Dalam menjalankan bisnis keripik singkong pedas, yang terpenting
adalah menjaga kualitas cita rasa pedas yang ditawarkan dan menjamin
kerenyahan keripik yang dihasilkan. Kedua hal tersebut menjadi faktor
penentu kualitas keripik singkong yang Anda tawarkan kepada para
konsumen. Kemudian, dukung kualitas produk Anda dengan strategi
pengemasan produk yang menarik. Hal ini penting untuk menarik perhatian
konsumen dan menjadi salah satu alat bagi mereka untuk membedakan produk
Anda dengan produk lainnya milik kompetitor.
Analisa Modal
Asumsi
– Produksi skala rumah tangga
– Dibantu oleh dua orang tenaga kerja
Modal awal
Mesin pengiris singkong (Slicer) Rp 4.500.000
Mesin pengemas (Sealer) Rp 500.000
Peralatan menggoreng (wajan dan alat penirisnya) Rp 300.000
Kompor gas dan tabung 3 kg Rp 300.000+
Total Rp 5.600.000
Peralatan mengalami penyusutan dengan rincian sebagai berikut :
– Mesin slicer : 1/60 x Rp 4.500.000,00 Rp 75.000,00/bln
– Mesin sealer : 1/36 x Rp 500.000,00 Rp 13.900,00/bln
– Penggorengan : 1/36 x Rp 300.000,00 Rp 8.400,00/bln
– Kompor gas : 1/36 x Rp 300.000,00 Rp 8.400,00/bln+
Total Rp 105.700,00/bln
Biaya operasional per bulan
Belanja bahan baku per hari :
– Singkong (Rp 1.500,00/kg x 50 kg) Rp 75.000
– Minyak goreng (Rp 13.000,00/kg x 20 kg) Rp 260.000
– Cabe Rp 250.000 +
Total Rp 585.000
Biaya belanja per bulan :
Rp 585.000,00 x 30 hari Rp 17.550.000
Plastik kemasan Rp 1.500.000
Gas 3 kg (Rp 17.500,00 x 15 tabung) Rp 262.500
Gaji pegawai (2 orang x Rp 800.000,00) Rp 1.600.000
Biaya transportasi Rp 1.000.000
Biaya penyusutan peralatan Rp 105.700+
Total Rp 22.018.200
Omset penjualan per bulan
Rata-rata penjualan produk Rp 1.000.000,00/hari :
Rp 1.000.000,00 x 30 hari Rp 30.000.000
Laba bersih per bulan
Rp 30.000.000,00 – Rp 22.018.200,00 Rp 7.981.800
Tidak ada komentar:
Posting Komentar